Related Posts
-
Nutrisi Jiwa Series – Chapter 22
7 Jurus Banjir Order: Strategi Double Funnel untuk Meledakkan Penjualan Dua Kanal yang Menentukan Derasnya Arus Order Banjir tidak pernah datang begitu saja. Ia selalu punya sumber—kanal-kanal sungai yang mengalirkan air hingga meluap. Semakin besar alirannya, semakin besar pula dampaknya. Dalam bisnis, “banjir order” punya prinsip yang sama. Ada dua kanal utama yang menjadi sumber …
-
Nutrisi Jiwa Series – Chapter 21
Business Model Validation: Produk Market Fit Banyak yang Ingin Langsung Ngebut Bayangkan skenario ini: baru tiga bulan mulai usaha, langsung bikin iklan, sewa influencer, pasang budget belasan juta. Harapannya? Viral. Laris manis. Balik modal. Tapi beberapa minggu kemudian, iklan mulai sepi. Order turun drastis. Padahal promonya gila-gilaan. Pertanyaannya: apakah memang masalahnya ada di promosi? Atau… …
-
Pitstop with Coach Ridwan Abadi – Business Insight Series
Perintis vs Pewaris Sama-sama Tidak Mudah, Sama-sama Butuh Ilmu Belakangan ini, nama Ryu Kintaro, seorang anak berusia 8 tahun, ramai jadi pembicaraan. Ia viral karena mengatakan bahwa “lebih seru jadi perintis daripada pewaris.” Sebuah kalimat yang sederhana, tapi langsung memancing reaksi netizen. Ada yang salut melihat semangatnya, ada yang memberi dukungan, namun tak sedikit yang …
-
Nutrisi Jiwa Series – Chapter 19
Pondasi Bisnis: Kunci Agar Usahamu Tidak Mudah Roboh Pernahkah Anda Melihat Bangunan Megah yang Roboh dalam Sekejap? Bayangkan ada sebuah gedung setinggi 100 lantai, berdiri megah di tengah kota. Dari luar, ia tampak kokoh. Kaca-kaca jendelanya berkilauan. Lobi di hadapannya mewah, pintu masuknya otomatis, dan interiornya berkelas. Namun siapa sangka, pondasinya ternyata hanya sedalam 1 …
-
“NUTRISI JIWA” series – Chapter 17
JANGAN BERMIMPI BANJIR ORDER JIKA TIDAK FAHAM PONDASI MARKETING INI!!! Pernahkah kita membangun sesuatu dengan sepenuh tenaga, namun hasilnya tidak sebanding dengan kerja kerasnya? Misalnya, sudah mengeluarkan biaya besar untuk sewa tempat strategis, rekonstruksi mewah, stok barang penuh, bahkan promosi besar-besaran… tapi pembeli tetap sepi. Terlebih lagi, yang datang hanya menanyakan harga lalu pergi. Nah …
