“NUTRISI JIWA” series, chapter 3

“NUTRISI JIWA” series, chapter 3

MENYUSUN VISI AKHIRAT: KARYA UNTUK ALLAH

Kemarin kita sudah membahas tentang Visi Akhirat, Misi Akhirat, Visi Dunia dan Misi Dunia yang harus Relevan. Sekarang kita akan membahas “HOW TO” menyusunnya satu persatu. Kali ini kita bahas dulu Tips menyusun Visi Akhirat.

Setelah kita sepakat bahwa bisnis adalah kendaraan, maka hal pertama yang harus ditentukan adalah ke mana kendaraan ini akan dibawa.

Dan itu artinya: kita harus menetapkan Visi Akhirat.

Kalau kita tidak tahu tujuan akhirnya, maka sehebat apa pun strategi, secerdas apa pun sistem, dan sekencang apa pun lajunya, semuanya hanya akan berputar-putar tanpa arah.

Maka pertanyaan besarnya adalah tentang bagaimana kita ingin Kembali pada NYA dan di mana kita ingin menetap selamanya.

  1. SADARI BAHWA AKHIRAT ITU NYATA DAN DEKAT

Langkah pertama dalam menyusun visi akhirat adalah menanamkan satu keyakinan kuat: hidup ini akan berakhir, dan akhirat itu benar-benar nyata.

Bukan sekadar teori. Bukan sekadar materi kajian. Tapi realita yang pasti. Dan semua kita Pasti akan menuju ke sana.

Visi akhirat hanya bisa tumbuh dari hati yang sadar bahwa kematian bukan akhir, tapi awal dari kehidupan yang sesungguhnya.

Kalau kita hidup seolah-olah dunia adalah segalanya, maka visi akhirat tak akan pernah masuk dalam perencanaan hidup kita.

  1. TANYAKAN: SEPERTI APA AKU INGIN BERADA DI HADAPAN TUHAN NANTI?

Ini pertanyaan kunci yang sering saya pakai dalam sesi coaching spiritual:

“Ketika kita di Izinkan Bertemu dengan Allah, apa yang ingin kamu bawa?”

Coba renungkan…

Apa yang ingin kamu ceritakan kepada Allah tentang hidupmu?

Apa kontribusi yang bisa kamu banggakan, yang bisa kamu persembahkan?

Apa Karya yang sudah kamu bangun di dunia sebagai persembahan untuk Sang Pencipta yang mengirim kita ke Dunia?

Apakah kamu ingin membawa cerita tentang:

– Perusahaan yang kamu bangun untuk membantu banyak orang

– Lapangan kerja yang kamu ciptakan

– Produk yang menyelamatkan, memudahkan, dan memuliakan hidup orang lain

– Ilmu yang kamu sebarkan

– Laba yang kamu kelola untuk wakaf, pendidikan, dan kemanusiaan

Visi akhirat bukan sekadar “masuk surga”.

Tapi bagaimana kita Bertemu dengan Allah, Mendapat Ridhonya dan diterima Karya (*Read : Amal) Kita. (18:110)

  1. PILIH NILAI UTAMA YANG INGIN KAMU BAWA SAMPAI AKHIR

Setiap orang punya Fitrahnya (Modalitas) masing-masing. Dan Allah sudah memberikan kecenderungan itu sejak awal:

Ada yang ahli memberi.

Ada yang ahli menggerakkan orang.

Ada yang ahli mendidik.

Ada yang ahli mencipta sistem.

Ada yang ahli berbbisnis.

Temukan Fitrah dan Keunggulanmu, Lalu tanyakan:

“Bagaimana saya bisa menjadikan keunggulan ini sebagai jalan menuju ridha Allah?”

Itulah bahan utama menyusun Visi Akhirat:

Nilai + Amal + Ridho.

  1. BUAT PERNYATAAN VISI YANG RINGKAS, MENDALAM, DAN BISA DIULANG SETIAP PAGI

Visi akhirat harus kamu rumuskan dalam kalimat sederhana, tapi mendalam. Kalimat ini sebaiknya kamu ulang di awal hari. Seperti kompas yang mengingatkan:

“Arah hidupku.”

“Tujuanku adalah ridho Allah.”

“Setiap aktivitas hari ini adalah bagian dari perjalanan pulang.”

Contoh:

“Masuk Surga Bersama Keluarga Besar dan Tim Perusahaan, Bertemu dengan Allah serta Mendapat Ridhonya, Bertemu dengan Rosululloh dan mendapat safaatnya dan Bertetangga dengan sahabat Perjuangan”

Kalimat-kalimat ini tidak dibuat untuk status semata.

Tapi sebagai pengingat misi kehidupan.

Setelah kamu tahu visi akhiratmu, maka struktur berikutnya jadi lebih mudah:

– Misi Akhirat: Pintu surga mana yang ingin kamu tuju?

– Visi Dunia: Karya besar apa yang akan kamu bangun di dunia untuk menuju ke sana?

-Misi Dunia: Strategi konkret apa yang harus kamu jalankan mulai sekarang?

Dan ingat:

Bisnismu adalah mobilnya.

Roadmap-mu adalah strategi.

Visimu adalah destinasi.

Dan Tuhanmu adalah Tujuan Sejati.

VISI AKHIRAT ADALAH DASAR SEGALA KEPUTUSAN HIDUP

Kalau kamu belum tahu ingin ke mana, jangan heran kalau hidupmu mudah Galau.

Tapi kalau kamu sudah jelas ingin pulang dengan membawa ridho-Nya,

maka setiap langkah bisnis, setiap keputusan karier, setiap perjuangan sistem, semua akan terasa lebih ringan, lebih dalam, dan lebih tenang.

Karena kamu tahu:

“Saya bukan sekadar membangun perusahaan. Saya sedang menyusun jalan pulang.”

Coach Ridwan Abadi

#VisiAkhirat #PurposeOfLife #BisnisUntukRidhoAllah #PulangDenganMulia #SuksesBerkah 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *