JANGAN BERMIMPI BANJIR ORDER JIKA TIDAK FAHAM PONDASI MARKETING INI!!!
Pernahkah kita membangun sesuatu dengan sepenuh tenaga, namun hasilnya tidak sebanding dengan kerja kerasnya?
Misalnya, sudah mengeluarkan biaya besar untuk sewa tempat strategis, rekonstruksi mewah, stok barang penuh, bahkan promosi besar-besaran… tapi pembeli tetap sepi.
Terlebih lagi, yang datang hanya menanyakan harga lalu pergi.
Nah kamu harus baca sampai tuntas tulisan ini…
TARGET PASAR : PESANAN PONDASI AGAR BISNISMU BANJIR
“Jangan menjual ke semua orang — fokuslah ke orang yang tepat.”
Kemarin di Chapter 16 kita sudah membahas Income Stream , jalur masuknya uang ke bisnis. Kita sepakat bahwa setiap aliran pendapatan adalah seperti pilar yang menopang bangunan usaha.
Nah, yang perlu kita ingat adalah: setiap pilar itu punya “pemilik” yang berbeda . Dan “pemilik” ini bukan sembarang orang. Mereka adalah Target Market kita.
Sebagai contoh dari pembahasan kemarin tentang Ayam Kribo:
- Dine-in : mayoritas pelajar & karyawan yang makan siang atau nongkrong.
- Ojol/delivery : keluarga, khususnya ibu rumah tangga dan pekerja yang ingin makan praktis tanpa keluar rumah.
- Catering nasi box : instansi, kantor, dan komunitas yang memesan dalam jumlah banyak untuk acara.
- Kemitraan/franchise : pengusaha dan investor yang mencari sistem bisnis siap jalan.
Lihat bedanya?
Setiap aliran pendapatan mempunyai target pasar yang berbeda-beda yang menjadi segmentnya . Kalau kita tidak tahu siapa orang-orang ini, strategi kita akan tumpul. Sama seperti bikin jalan tol megah, tapi tidak tahu mobil siapa yang mau lewat.
Membongkar Mitos & Persepsi Keliru
Dalam sesi pelatihan dan pembinaan, saya sering bertanya:
“Siapa yang mau produknya dibeli semua orang?”
Hampir semua tangan terangkat. Dan saya menjawab:
“Kalau begitu, siap-siap kecewa.”
Kenapa?
Karena tidak ada produk di dunia ini yang dibeli semua orang. Bahkan air mineral saja punya merek-merek berbeda, dengan segmen yang berbeda.
Ada orang yang setia dengan merek A karena murah, ada yang memilih merek B karena rasa lebih segar, ada yang memilih merek C karena citra premium.
Berpikir semua orang adalah target pasar berarti kita tidak paham pemasaran. Hasilnya?
- Tenaga dan biaya promosi akan boros.
- Pemasaran pesan membingungkan.
- Strategi harga dan produk tidak fokus.
- Setiap produk punya segmen → Ada kelompok yang cocok, ada yang tidak.
- Berusaha membahagiakan semua orang = kecewa → Boros tenaga & biaya, hasil minim.
- Fokus = hasil lebih besar → Seperti lensa, semakin fokus, semakin tajam tembakannya.
Konsep Inti Target Market
Target Market adalah kelompok orang yang:
A. Punya uang untuk membeli.
Pastikan target market memang memiliki daya beli sesuai harga produk kita. Tidak semua orang yang suka produk kita mampu membelinya. Kalau kita jual tas seharga 2 juta, tapi targetnya mahasiswa yang uang sakunya 500 ribu/bulan, kemungkinan besar tidak terjadi pembelian.
B. Punya kebutuhan yang bisa kita penuhi.
Produk kita harus relevan dengan “wishlist” atau kebutuhan sehari-hari mereka. Orang membeli karena mereka butuh, bukan karena kita ingin menjual. Bahkan kalau tidak butuh, harga diskon pun mereka enggan beli.
C. Punya masalah yang bisa kita selesaikan.
Semakin besar masalah yang kita pecahkan, semakin besar peluang mereka membeli. Produk yang sukses biasanya adalah solusi atas masalah yang nyata. Misalnya, katering sehat untuk pekerja kantoran yang tidak punya waktu memasak.
D. Bisa mengambil keputusan untuk membeli.
Beda antara user dan decision maker. Contoh: mainan anak dibeli oleh orang tua. Dan dalam penjualan B2B (bisnis ke bisnis), pembeli seringkali bukan pengambil keputusan. Misalnya, staf administrasi hanya mengumpulkan penawaran, tapi yang memutuskan adalah manajer.
Setelah kita tahu siapa yang layak menjadi target market berdasarkan 4 kriteria ini, langkah selanjutnya adalah memetakannya dengan sistematis. Inilah fungsi dari STP.
Kerangka STP (Segmenting – Targeting – Positioning)
- Segmenting – Memecah pasar menjadi kelompok kecil
Bayangkan kita memegang sebongkah es batu besar. Kalau langsung dimasukkan ke gelas, tidak muat. Maka kita pecah-pecah jadi bongkahan kecil agar bisa digunakan sesuai kebutuhan.
Begitu pula pasar. Kita pecah menjadi segmen-segmen:
- Demografis: usia, gender, pekerjaan, pendapatan.
- Geografis: lokasi, kota, daerah.
- Psikografis: minat, gaya hidup, nilai.
- Behavior: kebiasaan belanja, frekuensi, alasan membeli.
- Targeting – Memilih segmen prioritas
Tidak semua segmen yang kita temukan harus kita kejar. Kita pilih:
- Prioritas 1 (P1): Core market, sumber omzet terbesar.
- Prioritas 2 (P2): Supporting market, cadangan pendapatan.
- Prioritas 3 (P3): Experimental market, segmen uji coba.
- Positioning – Menanamkan citra di benak target market
Kita ingin ketika orang memikirkan produk kategori tertentu, nama kita yang muncul di benaknya.
- Ayam Kribo dine-in = “Tempat makan hemat, rame, anak muda banget.”
- Ayam Kribo ojol = “Ayam renyah yang datang cepat, cocok untuk keluarga.”
Contoh Target Market Ayam Kribo per Income Stream:
| Income Stream | Target Market Utama | Karakteristik |
| Dine-in | Mahasiswa & karyawan | Usia 18–30, suka nongkrong, sensitif harga, suka promo. |
| Ojol / Delivery | Keluarga | Usia 25–40, ibu rumah tangga & pekerja, ingin praktis, porsi untuk keluarga. |
| Catering Nasi Box | Instansi & perusahaan | Butuh pesanan banyak, harga kompetitif, tepat waktu. |
| Franchise / Kemitraan | Pengusaha/investor | Usia 30–50, modal siap, ingin sistem bisnis terbukti. |
Kalau STP membantu kita memetakan pasar, maka 4W+1H membantu kita “mengenalinya lebih dekat”. Kita masuk lebih dalam untuk memahami perilaku dan kebiasaan mereka.
Framework Analisis: 4W + 1H
- Who → Siapa mereka? (usia, gender, status, pekerjaan, tingkat ekonomi).
- Where → Ada di mana mereka? (lokasi fisik: kampus, kantor; lokasi digital: Instagram, marketplace).
- What → Masalah atau kebutuhan apa yang mereka rasakan?
- Why → Kenapa mereka memilih kita, bukan kompetitor? (harga, kualitas, pelayanan, kecepatan).
- How → Bagaimana mereka membeli? (online/offline, cash/transfer, frekuensi pembelian).
Target Market Matrix:
| Kriteria | Segment A | Segment B | Segment C |
| Potensi Omzet | Tinggi | Sedang | Rendah |
| Biaya Akses | Sedang | Rendah | Tinggi |
| Loyalitas | Tinggi | Sedang | Rendah |
Dengan memahami lebih detil market kita maka strategi marketing kita akan lebih terukur, lebih tajam dan berdampak. Bukan hanya membidik target yang samar yang akhirnya buat buang peluru saja.
Setelah kita kenal mereka dari luar (STP) dan dalam (4W+1H), saatnya mengingat bahwa ini bukan sekadar strategi dagang, tapi dalam menyusunnya harus jujur dan amanah karena kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah. Jangan sampai membuat strategi marketing yang mendekati bohong, terlalu melebih lebihkan, dan menjual sesuatu dengan cara yang tidak sesuai dengan syariat.
Menentukan target market bukan sekadar “mencari pembeli”, tapi “mencari orang yang bisa kita layani dengan penuh manfaat”.
Kalau kita salah melayani, kita bisa habis energi di jalan yang tidak bernilai akhirat. Tapi kalau kita tepat sasaran, kita bisa memberi manfaat lebih besar, melayani lebih ikhlas, dan insyaAllah meraih keberkahan dari setiap rupiah yang masuk.
Tugas Hari Ini
- Tulis daftar income stream
- Tentukan target market utama untuk masing-masing income stream.
- Deskripsikan setiap target market dengan 4W+1H.
- Tandai prioritas (P1, P2, P3).
- Periksa keselarasan dengan tujuan & aliran pendapatan di Bab 13–16.
Kita sudah tahu jalur masukan ( income stream ) dan siapa yang akan melewatinya ( target pasar ). Besok kita akan membahas Produk & Nilai Tambah .
Coach Ridwan Abadi
#NutrisiJiwa #BRMCapter17 #TargetMarket #STPstrategy #CRAlegacy #BlueprintBusiness #BisnisUntukAllah






