GOALS: TARGET YANG MENYALA, BUKAN SEKADAR ANGKA
Dari impian, diturunkan jadi niat. Dari niat, dijabarkan jadi angka. Dari angka, dilangkahkan jadi aksi.
Setelah kemarin kita membahas tentang tools untuk sebagai sarana implementasi Strategi. dan salah satu toolsnya adalah BRM yang sudah saya kembangkan selama 15 tahun terakhir. maka hari ini kita akan mulai optimalisasi strategi dan membedah satu persatu Blok di BRM. kita mulai dari Blok – Jurus 1 : Goal’s
TRANSISI DARI RESOLUSI MENUJU GOAL STRATEGIS
Di Chapter 8 kita sudah membahas tentang Resolusi: target pendek dalam 12 bulan ke depan.
Kita menuliskannya dalam enam dimensi kehidupan — mulai dari ibadah, keluarga, pendidikan, sampai keuangan dan liburan.
Kita diajak berhenti sejenak dari mimpi besar, lalu menatap 5 cm di depan kaki kita.
Nah, di fase ini, kita mulai melangkah lebih sistematis.
Karena semua strategi bisnis dan hidup, semua sistem dan aktivitas… hanya akan efektif jika mengarah ke target yang jelas dan menyala.
- STRUKTUR GOALS DALAM BRM
Dalam framework BRM yang saya kembangkan, GOAL dibagi menjadi dua sisi:
- GOAL KUALITATIF
Hal-hal yang bersifat nilai, kualitas, dan dampak jangka panjang.
Contoh:
* Terbangunnya budaya tim yang solid dan amanah
* Sistem berjalan tanpa harus diawasi terus
* Brand dipercaya dan disukai pasar
* Tumbuhnya loyalitas pelanggan
Goal kualitatif ini biasanya susah diukur langsung, tapi jadi roh dari segala strategi.
- GOAL KUANTITATIF
GOAL itu harus bisa diukur. Harus konkret. Harus pakai angka. Tapi bukan berarti angka omzet jadi tolak ukur utama. Justru saya balik urutannya. Karena kalau kita cuma ngejar omzet, bisa-bisa kita lupa: bisnis yang sehat itu bukan yang paling rame, tapi yang paling bermanfaat.
MULAILAH DARI AKHIR.
Tanya dulu ke diri sendiri,
– bukan hanya “berapa penghasilan yang mau saya capai”, tapi “berapa zakat yang ingin saya tunaikan tahun ini?”
– Bukan Hanya “berapa banyak produk yang bisa saya jual”, tapi “berapa banyak sedekah yang bisa saya salurkan tiap bulan?”
– Bukan sekadar “berapa margin yang saya dapet”, tapi “berapa kontribusi wakaf yang bisa jadi legacy saya?”
Contohnya?
Lihat para sahabat Rasulullah ﷺ. Lihat Abdurrahman bin Auf—hartanya begitu banyak, tapi tangannya ringan sedekah. Saat Rasulullah butuh pasukan, beliau datang dengan 700 ekor unta penuh muatan.
Atau Utsman bin Affan yang membeli sumur Raumah dan mewakafkannya agar kaum muslimin bisa menikmati air gratis. Mereka bisnis besar, tapi goal-nya bukan cuma untung. Mereka sadar: kekayaan adalah alat untuk berkontribusi, bukan sekadar dinikmati sendiri.
Jadi yuk, ukur goal kita dari seberapa banyak kita bisa memberi. Karena dari situlah barakah mengalir, dan dari situlah keberhasilan sejati dimulai.
ZISWAF — Zakat, Infaq, Sedekah, Wakaf
Tanya pada dirimu sendiri:
– Berapa zakat bisnis yang ingin kamu tunaikan tahun ini?
– Berapa sedekah yang ingin kamu alirkan rutin setiap bulan?
– Berapa kontribusi wakaf produktif yang jadi legacy bisnismu?
Misal kamu ingin bisa menyalurkan:
Zakat: 60 juta/tahun
Sedekah rutin: 5 juta/bulan → 60 juta/tahun
Total: 120 juta per tahun ZISWAF
Kalau kamu tetapkan ini sebagai target spiritual-mu, maka langkah selanjutnya adalah…
- TETAPKAN MARGIN BERSIH YANG DIPERLUKAN
Jika kamu ingin bisa menyalurkan ZISWAF 120 juta/tahun, dan kamu komitmen menyisihkan 10% dari laba bersih, maka kamu butuh:
Laba bersih = 120 juta ÷ 10% = 1,2 Miliar / tahun
Artinya kamu perlu menghasilkan 1,2 M laba bersih dalam 12 bulan.
Itu berarti 100 juta per bulan.
Nah, di sinilah kamu mulai menentukan target margin:
Jika margin bersih rata-rata bisnismu adalah 25%, maka:
Omzet = 1,2 M ÷ 25% = 4,8 Miliar per tahun
Atau 400 juta per bulan.
- FORMULA MENYUSUN GOAL BRM SECARA KUANTITATIF
Kita bisa rangkum formula penyusunan GOAL menjadi 3 langkah utama:
Tahap Pertanyaan Panduan Rumus
- ZISWAF Target Berapa yang ingin kamu salurkan sebagai Kewajiban kepada Allah? (*Dalam Kelas Spiritual Enterprise saya lebih suka menyebutnya Saham Allah di Perusahaan kita) Misal: 10% dari laba bersih
- Laba Bersih Berapa profit bersih yang dibutuhkan? ZISWAF ÷ %
- Omzet Berapa omzet yang harus dicapai? Laba ÷ % margin bersih
Contoh lengkap:
Item Nilai
Target ZISWAF : Rp 120 juta
Komitmen alokasi : 10% dari laba bersih
Dibutuhkan laba bersih : Rp 1,2 Miliar
Rata-rata margin : 25%
Maka omzet yang dibutuhkan : Rp 4,8 Miliar per tahun
- KENAPA URUTANNYA HARUS DARI ZISWAF?
Karena kita nggak cuma pengen bisnis yang gede, tapi juga bisnis yang membawa berkah. Kita nggak ngejar cuma viral dan cuan, tapi juga ridho dan pahala. Mulainya dari ZISWAF—zakat, infak, sedekah, wakaf—itu bukan soal urutan teknis, tapi soal niat dan arah hidup.
Kalau kita mulai dari pertanyaan “berapa omzet yang mau dicapai?”, kita bisa gampang kebawa arus ambisi dan shortcut. Tapi coba balik, mulai dari “berapa zakat yang ingin saya tunaikan tahun ini?” Rasanya beda. Fokusnya bukan cuma di hasil, tapi di kontribusi. Kita kerja bukan sekadar kejar angka, tapi juga nilai.
Mindset ini yang bikin langkah kita lebih tenang, lebih tulus. Karena goal-nya bukan cuma naik kelas secara finansial, tapi juga naik level sebagai manusia. Kita bukan cuma bangun bisnis—kita bangun kendaraan. Bukan buat pamer di dunia, tapi buat nyampe ke tujuan yang jauh lebih abadi: surga.
Bisnis itu penting, tapi keberkahan jauh lebih utama. Maka mulai dari ZISWAF. Biar langkah kita lurus, niat kita kuat, dan hasilnya bukan cuma besar, tapi juga bermakna.
- BREAKDOWN GOAL KE BULANAN & MINGGUAN
Setelah kamu tahu goal tahunanmu, misalnya:
Omzet 4,8 M
Laba 1,2 M
ZISWAF 120 juta
Langkah selanjutnya:
Breakdown ke per bulan → 400 juta omzet / bulan
Breakdown ke per minggu → 100 juta omzet / minggu
Breakdown ke per produk, per channel, per tim
Gunakan tools spreadsheet, dashboard, atau aplikasi manapun.
Yang penting: GOAL kamu harus hidup.
Terlihat. Tertulis. Terpantau.
- PANTAU DENGAN METRIK BRM
Di dalam BRM, setiap GOAL bisa diukur pakai matriks kunci berikut:
Omzet per bulan
Laba bersih per bulan
Cashflow bersih
Jumlah zakat/sedekah per bulan
Dengan pemantauan berkala (weekly/monthly), kamu tahu apakah langkahmu sudah on-track atau melenceng.
Kegiatan ini saya sebut Montly Business Review (MBR)
GOALMU ADALAH TITIK KOORDINAT DI PETA PERJALANANMU
Jangan cuma mimpi besar tapi tanpa koordinat.
Jangan cuma punya semangat tapi tanpa angka.
Goal bukan cuma soal angka — tapi soal niat yang dibumikan.
Karena semakin jelas dan konkret niat kita, semakin mudah Allah tunjukkan jalannya.
Tugas hari ini:
Ambil blueprint & resolusimu kemarin.
Tuliskan:
Target ZISWAF
Target laba
Target omzet
Breakdown ke bulan dan minggu.
Jadikan itu KPI di dashboard harianmu.
Di chapter berikutnya, kita akan membahas blok kedua dari BRM, yaitu “Definisi Bisnis dan Market Size”, agar kita tidak hanya mengejar angka — tapi paham sebenarnya kita ini sedang menyelesaikan masalah siapa dan di dunia mana kita sedang bermain.
Tetap semangat.
Tulis. Jalankan. Ukur.
Karena GOAL-mu adalah amanah yang akan kamu pertanggungjawabkan, bukan hanya di akhir tahun — tapi juga di akhirat.
Coach Ridwan Abadi
#NutrisiJiwa #BRMChapter13 #GoalSetting #StrategiBisnisBerkah #CRAlegacy #BlueprintBusiness #FromVisionToZiswaf #BisnisUntukAllah






