

Related Posts
-
Nutrisi Jiwa Series – Chapter 20
Tangga Kematangan Bisnis: Sudah Sampai di Anak Tangga Keberapa? Teman-teman, coba bayangkan sejenak… Seorang ayah berdiri menatap anak pertamanya yang baru saja lahir. Tubuh mungil, kulit kemerahan, napas kecil-kecil, matanya masih tertutup. Ia belum bisa bicara, belum bisa jalan, belum tahu apa-apa. Tapi si ayah tetap tersenyum penuh haru. Karena ia tahu: ini awal yang …
-
Pitstop with Coach Ridwan Abadi – Business Insight Series
Perintis vs Pewaris Sama-sama Tidak Mudah, Sama-sama Butuh Ilmu Belakangan ini, nama Ryu Kintaro, seorang anak berusia 8 tahun, ramai jadi pembicaraan. Ia viral karena mengatakan bahwa “lebih seru jadi perintis daripada pewaris.” Sebuah kalimat yang sederhana, tapi langsung memancing reaksi netizen. Ada yang salut melihat semangatnya, ada yang memberi dukungan, namun tak sedikit yang …
-
Nutrisi Jiwa Series – Chapter 19
Pondasi Bisnis: Kunci Agar Usahamu Tidak Mudah Roboh Pernahkah Anda Melihat Bangunan Megah yang Roboh dalam Sekejap? Bayangkan ada sebuah gedung setinggi 100 lantai, berdiri megah di tengah kota. Dari luar, ia tampak kokoh. Kaca-kaca jendelanya berkilauan. Lobi di hadapannya mewah, pintu masuknya otomatis, dan interiornya berkelas. Namun siapa sangka, pondasinya ternyata hanya sedalam 1 …
-
“NUTRISI JIWA” series – Chapter 18
JANGAN CUMA PUNYA PRODUK, PUNYA JUGA ALASAN KUAT KENAPA PELANGGAN HARUS PILIH KAMU! PRODUK HEBAT SAJA TIDAK CUKUP – NILAI TAMBAH YANG MEMBUATMU DIBURU PELANGGAN Pernahkah kita melihat dua bisnis yang menjual produk hampir sama, harga mirip, bahkan lokasi berdekatan… tetapi satu selalu ramai, dan yang lain sepi seperti gudang kosong?Mungkin sama-sama jual kopi, sama-sama …
-
“NUTRISI JIWA” series – Chapter 17
JANGAN BERMIMPI BANJIR ORDER JIKA TIDAK FAHAM PONDASI MARKETING INI!!! Pernahkah kita membangun sesuatu dengan sepenuh tenaga, namun hasilnya tidak sebanding dengan kerja kerasnya? Misalnya, sudah mengeluarkan biaya besar untuk sewa tempat strategis, rekonstruksi mewah, stok barang penuh, bahkan promosi besar-besaran… tapi pembeli tetap sepi. Terlebih lagi, yang datang hanya menanyakan harga lalu pergi. Nah …