Related Posts
-
NUTRISI JIWA series, Chapter 26 : MARKETING COMMUNICATION STRATEGY
NUTRISI JIWA series — Chapter 26 “MARKETING COMMUNICATION STRATEGY” Saat Orang Sudah Tahu, Tapi Belum Tentu Mau Datang Pernah nggak kamu lihat brand yang viral banget, rame diomongin orang, tapi pas buka tokonya… sepi? Atau produk yang wara-wiri di iklan online, tapi waktu dicek di marketplace, review-nya cuma belasan? Itu contoh klasik: awareness ada, tapi …
-
NUTRISI JIWA series — Chapter 23
PRINSIP KERJA FRAMEWORK DOUBLE FUNNEL BANJIR ORDER Kemarin kita sudah membedah #7JurusBanjirOrder yang terdiri dari dua kanal utama: akuisisi pelanggan baru dan optimalisasi pelanggan lama. Hari ini, kita akan masuk lebih dalam—memahami prinsip kerja framework double funnel yang menjadi mesin ganda pertumbuhan omzet. Kenapa Framework Double Funnel ini Keren? Banyak bisnis hanya mengandalkan satu …
-
Nutrisi Jiwa Series – Chapter 22
7 Jurus Banjir Order: Strategi Double Funnel untuk Meledakkan Penjualan Dua Kanal yang Menentukan Derasnya Arus Order Banjir tidak pernah datang begitu saja. Ia selalu punya sumber—kanal-kanal sungai yang mengalirkan air hingga meluap. Semakin besar alirannya, semakin besar pula dampaknya. Dalam bisnis, “banjir order” punya prinsip yang sama. Ada dua kanal utama yang menjadi sumber …
-
Nutrisi Jiwa Series – Chapter 19
Pondasi Bisnis: Kunci Agar Usahamu Tidak Mudah Roboh Pernahkah Anda Melihat Bangunan Megah yang Roboh dalam Sekejap? Bayangkan ada sebuah gedung setinggi 100 lantai, berdiri megah di tengah kota. Dari luar, ia tampak kokoh. Kaca-kaca jendelanya berkilauan. Lobi di hadapannya mewah, pintu masuknya otomatis, dan interiornya berkelas. Namun siapa sangka, pondasinya ternyata hanya sedalam 1 …
-
“NUTRISI JIWA” series – Chapter 17
JANGAN BERMIMPI BANJIR ORDER JIKA TIDAK FAHAM PONDASI MARKETING INI!!! Pernahkah kita membangun sesuatu dengan sepenuh tenaga, namun hasilnya tidak sebanding dengan kerja kerasnya? Misalnya, sudah mengeluarkan biaya besar untuk sewa tempat strategis, rekonstruksi mewah, stok barang penuh, bahkan promosi besar-besaran… tapi pembeli tetap sepi. Terlebih lagi, yang datang hanya menanyakan harga lalu pergi. Nah …
