NUTRISI JIWA series — Chapter 26
“MARKETING COMMUNICATION STRATEGY”
Saat Orang Sudah Tahu, Tapi Belum Tentu Mau Datang
Pernah nggak kamu lihat brand yang viral banget, rame diomongin orang, tapi pas buka tokonya… sepi?
Atau produk yang wara-wiri di iklan online, tapi waktu dicek di marketplace, review-nya cuma belasan?
Itu contoh klasik: awareness ada, tapi belum jadi consideration.
Nah, setelah sebelumnya kita membahas Brand Activation di Funnel ke 2 dari 7 jurus banjir order maka sekarang kita akan bahas Funnel 3: Marketing Communication (MarComm).
Tugas funnel ini sederhana tapi krusial: membuat orang yang sudah tahu, jadi penasaran, lalu datang.
Kalau di funnel sebelumnya, Brand Activation itu ibarat lampu sorot “Hei, lihat aku ada di sini!” maka Marketing Communication adalah obrolan manis yang bikin orang pengen melangkah mendekat.
Kenapa Awareness Saja Tidak Cukup
Saya kasih analogi: semua orang tahu Lamborghini, tapi apakah semua orang ingin (atau mampu) beli?
Banyak orang tahu ada brand besar, tapi ada juga yang tetap setia dengan alternatif sederhana.
Artinya, dikenal itu baru separuh perjalanan.
Di tahap ini, calon konsumen sedang mikir:
- “Apa bedanya brand ini dengan yang lain?”
- “Layak nggak gue coba?”
- “Worth it nggak uang dan waktu gue?”
Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu harus diberikan lewat Marketing Communication.
Marketing Communication Itu Apa, Sih?
Gampangnya, Marketing Communication adalah cara kita ngobrol sama pasar.
Tapi bukan ngobrol basa-basi, melainkan ngobrol strategis: kita kasih alasan, bukti, dan cerita kenapa brand kita pantas dicoba.
Kalau Brand Activation bikin orang menoleh, Marketing Communication bikin orang melangkah. Inilah titik di mana awareness berubah jadi minat (consideration).
Strategi yang Bisa Dipakai
Ada banyak cara, tapi saya suka merangkum dalam tiga jurus besar: Edukasi, Bukti, dan Trigger. Lalu kita lengkapi dengan kerangka IMC yang menjadi fondasi komunikasi modern.
- Edukasi – Bikin Orang Makin Paham
Orang cenderung mempertimbangkan sesuatu kalau mereka ngerti manfaatnya. Maka edukasi jadi kunci.
Contoh industri skincare lokal:
Banyak brand skincare di Indonesia tumbuh pesat karena fokus edukasi. Misalnya, menjelaskan manfaat kandungan aktif seperti Niacinamide, Retinol, atau Centella Asiatica. Bukan hanya bilang “krim ini bagus”, tapi menjelaskan secara ilmiah dan mudah dimengerti kenapa produk itu bisa mencerahkan kulit atau memperbaiki tekstur.
Contoh industri kopi:
Coffee shop kekinian di kota-kota besar tidak hanya bilang “kopi kita enak”, tapi bercerita soal perjalanan biji kopi dari petani lokal di Gayo atau Toraja hingga sampai ke cangkir pelanggan. Cerita itu membuat konsumen merasa lebih paham dan punya alasan tambahan untuk mencoba.
Contoh industri pendidikan online:
Banyak platform kursus digital berhasil menarik perhatian dengan edukasi singkat di media sosial. Mereka tidak langsung jualan kursus, tapi memberikan tips karier, contoh soal, atau wawasan singkat. Dari situ audiens merasa: “Oh, platform ini kredibel, layak dicoba.”
- Bukti – Jangan Cuma Janji
Manusia itu butuh lihat bukti, bukan sekadar dengar janji.
Jenis bukti yang efektif:
- Testimoni pelanggan asli.
- Review jujur di marketplace.
- Before-after untuk produk kecantikan.
- Liputan media atau influencer yang credible.
Contoh industri F&B (makanan & minuman):
Sebuah restoran cepat saji di Indonesia memanfaatkan food vlogger lokal untuk review menu baru. Hasilnya, penonton percaya karena reviewer memang dikenal jujur. Review jujur lebih dipercaya dibanding iklan besar di TV.
Contoh industri otomotif lokal:
Produsen motor listrik Indonesia tidak hanya beriklan soal “hemat energi”, tapi juga menunjukkan bukti nyata melalui video test ride, ulasan konsumen, dan testimoni tentang biaya operasional yang jauh lebih rendah.
Bukti sosial (social proof) ini powerful banget untuk bikin orang bilang: “Kalau orang lain aja puas, gue juga mau coba.”
- Trigger – Kasih Alasan untuk Aksi
Kadang orang udah tahu, udah tertarik, tapi masih nunda. Di sinilah trigger bekerja.
Jenis trigger:
- Promo terbatas: “Diskon 50% hanya minggu ini.”
- Bonus spesial untuk pembeli pertama: “Gratis upgrade ukuran untuk 100 pelanggan pertama.”
- Campaign unik: challenge TikTok, kuis interaktif.
Contoh industri fashion muslim:
Brand busana muslim lokal sering menggunakan trigger berupa promo menjelang Ramadan. Mereka membuat campaign “Beli 2 gratis 1 jilbab edisi khusus” atau “Pre-order baju lebaran dengan harga spesial untuk 1.000 pembeli pertama.”
Contoh industri travel halal:
Agen travel umrah sering memanfaatkan trigger berupa harga early bird. “Daftar sekarang, hemat Rp3 juta, hanya untuk 50 kursi pertama.”
Trigger ini memotong keraguan dan bikin konsumen akhirnya melangkah.
Integrated Marketing Communication (IMC)
Di era modern, strategi di atas tidak bisa berdiri sendiri. Semua kanal komunikasi harus terintegrasi (integrated marketing communication).
Contoh penerapan IMC:
- Industri F&B halal: campaign peluncuran menu baru dimulai dari teaser di Instagram, review food vlogger, iklan billboard di jalan utama, lalu promo di aplikasi delivery. Semua saluran menyampaikan pesan konsisten: “Menu baru, halal, nikmat, harga terjangkau.”
- Industri pendidikan: universitas swasta melakukan kampanye pendaftaran mahasiswa baru. Mereka pakai iklan Google (digital), brosur sekolah (offline), webinar gratis (edukasi), dan testimoni alumni (social proof). Semua menyampaikan pesan yang sama: “Kuliah di sini, siap kerja dengan skill modern.”
Kuncinya adalah konsistensi pesan. Jangan sampai di Instagram bicara murah, tapi di billboard bicara eksklusif. Pesan yang konsisten membuat konsumen lebih percaya.
Cerita Nyata – Bisnis yang Hampir Gagal
Saya pernah coaching satu brand. Mereka sudah punya Produk Berkualitas, lokasi strategis dan bahkan pernah viral. Tapi anehnya, penjualan nggak naik signifikan.
Setelah kita bedah, ternyata mereka hanya berhenti di awareness. Orang tahu ada brand ini, tapi tidak punya alasan untuk datang.
Akhirnya kita bikin strategi MarComm sederhana:
- Edukasi → bikin konten tentang kekuatan Produk, Nilai Tambah dan Servicenya, supaya audiens merasa paham.
- Bukti → ajak micro-influencer lokal buat review jujur.
- Trigger → Buat Event & Pameran Produk dan kasih promo “Untuk Yang dating dan Transaksi.”
Hasilnya? Dalam 2 bulan, traffic naik signifikan dan repeat order mulai terjadi, stok berkehntipun berkurang dragtis.
Marketing Communication di Era Digital
Sekarang dunia sudah berubah. Cara orang membuat keputusan jauh berbeda dari 10 tahun lalu. Beberapa tren yang wajib diperhatikan:
- Konten edukasi singkat → video 30 detik lebih powerful daripada artikel panjang.
- Micro-influencer → audiens lebih percaya pada influencer kecil tapi autentik.
- UGC (User Generated Content) → konten dari konsumen asli jauh lebih dipercaya.
- Personalisasi pesan → email/WhatsApp yang terasa personal lebih menggugah.
- Interaktif campaign → polling, kuis, challenge bikin konsumen merasa terlibat.
Intinya, komunikasi bukan lagi soal “teriak paling keras”, tapi soal ngobrol dengan cara yang paling relevan.
Tahu menjadi Mau
Marketing Communication adalah jurus untuk mengubah tahu menjadi mau.
Kalau Brand Activation itu bikin orang nengok, Marketing Communication bikin mereka melangkah. Jurus ini penting karena awareness tanpa consideration hanya bikin brand jadi bahan gosip, bukan bahan pilihan.
Dalam bisnis, komunikasi yang lembut, strategis, dan tepat sasaran adalah kunci untuk menghiasi brand kita dengan kepercayaan. Itulah yang membuat konsumen berkata: “Oke, gue coba deh.”
Tugas Hari Ini
- Buat konten edukasi singkat tentang produkmu (manfaat, bukan hanya fitur).
- Kumpulkan dan tampilkan minimal 3 testimoni pelanggan.
- Rancang 1 trigger promosi untuk minggu ini (promo terbatas, bonus, atau challenge).
- Susun komunikasi brand-mu dengan framework IMC dan pastikan konsisten di semua kanal.
Chapter Berikutnya
Setelah orang tahu dan mulai tertarik, jurus berikutnya adalah memastikan mereka benar-benar melakukan transaksi. Di Chapter 27, kita akan membahas Sales Optimization—bagaimana mengubah consideration menjadi conversion.
Coach Ridwan Abadi
#NutrisiJiwa #BRMChapter26 #CRAlegacy #BlueprintBusiness #BisnisUntukAllah


